HARAPAN DI BALIK PURNAMA

Harapan dibalik purnama

Malam ini langit bersinar begitu terangnya. Bintang-bintang bertaburan menyinari setiap sudut di hamparan dunia. Tidak mau dikalahkan oleh sang bintang, rembulan menunjukkan sinar yang luar biasa. Malam ini terasa begitu lengkap karena bulan yang purnama. Aku duduk sambil menatap langit, subhanallah aku terpesona. Bulan, bintang dan langit bersatu membentuk pemandangan yang menakjubkan. Membuat kagum setiap orang yang bisa merasakan getaran keindahan itu. Dulu waktu aku masih kecil, aku mendengar dari orang-orang, kalau dibulan itu tinggal seorang nenek. Tiap malam, nenek itu selalu menjahit. Percaya atau tidak, setiap aku melihat kebulan aku melihat persis seperti ada nenek-nenek yang sedang menjahit. Tapi, itu mungkin hanya imajinasi anak usia lima tahun. Sekarang, aku sudah kuliah sepertinya tidak wajar bagi orang-orang kalau aku masih mempercayai hal itu. Tapi, sepertinya hal itu wajar saja bagiku. Sampai sekarang aku masih suka berhayal melihat nenek-nenek sedang menjahit dibulan. Memang kedengarannya lucu, tapi itulah aku. Sangat susah bagiku untuk menghilangkan sifat kekanak-kanakanku diusiaku yang sudah berkepala dua. Tapi, aku tetap bahagia dengan diriku sendiri.

Malam ini memang membuatku merasa kembali kedalam khayalan kisah-kisah indah yang telah aku lalui. Kisah yang aku jadikan sebagai kenangan yang masih bisa muncul dalam ingatanku. Malam purnama, memulai ingatanku kembali kedalam kisah persahabatan kita dulu. Masa dimana aku masih bebas memanggilmu teman terbaikku. Meski mungkin jauh didalam jiwaku lebih dari itu. Namun, semua harus kututupi demi sebuah keadaan. Bayanganmu serasa berada dibundaran bulan yang aku tatap malam ini. Bagaimana kamu disana. . kesalahanku yang terlalu cepat menempatkan perasaan itu harus membuatku kehilangan saat-saat terindah saat aku bisa berbagi suka dan duka padamu meski dalam ligkaran persahabatan. Bagiku, bertutur cerita padamu membuatku merasa memiliki semangat yang lebih dari sebelumnya. Setiap perkataan dan motivasi yang dia berikan membangun pondasi dalam jiwaku untuk tetap positif dalam menghadapi kehidupan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s