fatma19

best friends forever..

Seuntai Perjalanan

Mungkin aku perlu berhenti sejenak, melepas semua kelelahan, mencoba menengok kedepan, kebelakang , kesemua sisi yang ku mau. Mungkin aku harus mencoba untuk mengistirahatkan raga yang menemani. Mencoba mencari jalan lain yang ingin aku lewati. Sampai disuatu jalan buntu yang mengharuskan ku kembali kebelakang. Namun, apa aku harus menyerah dengan hanya melihat jalan buntu yang tepat berada di depanku. Apakah aku tidak bisa untuk menengok kesisi lain. Ku coba merangkai sebuah alasan yang mengharuskanku untuk tetap bertahan. Cahaya itu masih kucari. Kebingungan melanda. Aku tersesat. Dimana aku sekarang, apakah aku harus kembali ketempat awal aku berpijak. Langkah kaki ku beku. Semua membisu. Kucoba merangkai sebuah kata lagi, namun tetap tidak bisa. Sampai akhirnya, aku menemukan sesuatu, air mata, kesedihan dan tangisan.. aku membisu apakah itu pintu yang kucari. Terdiam sejenak, mencoba mencari lagi. Kaki ku  mungkin sudah jenuh namun aku tetap mencoba. Kemana sebenarnya aku harus pergi. Ingin ku ingat kembali alasan apa yang membuatku disini. Ingin ku ungkap tiap alasan yang tersembunyi disana. Langkahku terhenti di depan secercah cahaya. Dalam hati aku bertanya apakah ini jalannya.?? Ingin aku berhenti dan mencari yang lain, namun ada sesuatu yang menarik ku kedalamya. Perlahan ku melangkah memasuki pintu itu.. mata terbuka, kulihat tawa, senyuman, sepi, cinta. Bergolak di dada, apakah ini jalan itu. Sempat ku terdiam. Semua membuat ku terpana, melebur dalam tawa. Kutemukan kasih sayang dan cinta. Rasanya inilah pintu yang terbaik. Semua membuatku istimewa, rasanya tidak ingin kembali. Aku sudah menemukan yang tepat. Bahagia mnyelimuti, tapi, mengapa hatiku masih hampa. Saat aku menyadari itu, kehampaan itu menarik ku, menghempaskanku hingga ku terlempar. Pintu itu tertutup, kenapa harus seperti ini, aku ingin disana, aku ingin kembali kesana, semua terasa indah. Aku menangis, meminta, hatiku sesak. Apa aku harus berdiri lagi, melangkah lagi. Aku takut menemukan kegelapan. Aku tidak mau lagi. Dalam tangisanku, kaki ku rasa ingin berlari. Aku tidak tau, padahal otakku melarangnya. Aku melangkah lagi, aku membeku lagi, apa yang harus aku cari, kemana aku harus mencari. Dalam kelelahanku, kutemukan sepercik cahaya.. apa itu, tanyaku dalam hati. Aku menggeleng, aku tak mau lagi memasuki pintu itu, aku takut aku akan terhempas lagi. Aku sakit.. aku menangis. Namun, kakiku berlari, dia menolak perintah otakku, dia berlari sekencang-kencangnya. Kemana dia akan membawaku. aku menangis lagi. Aku berada dalam cahaya, keindahan seperti pintu kedua, tapi apa mungkin ini pintu sebelumnya, tanya ku dalam hati. Sampai akhirnya aku masuk lebih dalam. Ini berbeda, tempat ini ramai, banyak orang, ada yang tertawa, menangis, bahagia, ada yang terluka. Tapi, tempat ini indah, ada cinta, bertabur kebahagiaan, kenapa aku tenang disini. Ada apa ini, aku kebingungan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: