Gadis di ujung lara…

Dia hembusan angin tak berarti

Dia kata yang tak tersampaikan

Dia benda tak tampak di keramaian

Dia sendiri dalam kesunyian

Dia perasaan tak terbalas

Dia terabaikan

Dia yang terlupakan

Ketika letih menggantung di otaknya

Berharap ada yang datang berbagi rasa, mendengarkan lara

Sesak menghampirinya, yang ditunggu tak kunjung datang

Matanya mulai berkaca

Jika ada yang melihat ke hatinya

Akan tampak awan kekecewaan

Bukan karena hatinya

Bukan pula perasaannya

Hanya setitik rasa lelah bercampur marah

Bukan karena kebencian

Namun, rasa sayang itu

Rasa sayang, perhatian, dan keberadaannya

Lautan kesedihan dan kekecewaan

Ketika suara hanya menjadi angin

Ketika pandangan hanya menjadi sampah

Dan setiap kehadirannya hanya sebagai pelengkap

Disaat dia selalu berusaha menjadi

Pendengar dan pemandang yang tak terbatas

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: