fatma19

best friends forever..

Tragedi di Malam Kelulusan

Malam ini langit nampak bersedih, tertutup awan hitam yang gelap. Angin bertiup kencang. Bintang-bintang seakan bersembunyi, begitu pula dengan bulan. Malam ini tidak seperti biasanya, seakan ada sesuatu yang mengganjal dalam hatiku. Nafasku seakan-akan ingin berhenti berhembus. Jantungku seperti genderang tidak pelan berdetak. Mataku rasanya ingin menumpahkan sesuatu. Aku berbisik dalam hati.. “apa yang terjadi..??”..
Apa karena besok adalah hari yang sudah lama kunantikan, yang sangat membuatku takut dan cemas atau mungkin ini hanya sekedar rasa tidak sabar menunggu hari esok. Entahlah , aku juga tidak mengerti. Sontak aku berdiri, terkejut, ketika handphone yang membisu di atas meja berdering sangat kencang.

“hallo, bisa bicara dengan Lara..??.. dalam hati aku berbisik, entah suara siapa diseberang sana. Suaranya terdengar bising,ramai dengan suara orang-orang berteriak.
Kudengarkan setiap kata yang dia ucapkan, hingga aku tidak menyadari pipiku basah. Semua terasa berat, rasanya aku tidak sanggup lagi untuk berpijak. Mata ini rasanya ingin terpejam. Semua gelap… kalimat terakhir yang kudengar..
“dia mengalami kecelakaan dan tidak bisa tertolong….”

***

Kubuka mata, semua terasa berat. Perasaanku terasa aneh, seperti baru saja bermimpi buruk. Ada sesuatu yang terjadi, namun aku juga tidak mengingatnya. Kucoba bangun dari tempat tidur, kubuka handphone yang berada dibawah bantalku. Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam. Sepertinya tadi aku tertidur setelah shalat magrib. Aku keluar dari kamar, rasanya aku ingin keluar melihat bintang-bintang dan sepertinya malam ini sangat cerah. Aku merasa sedikit merinding, apa ini Cuma perasaanku saja. Sebelumnya aku tidak pernah merasa takut meski di tinggal dirumah sendirian. Aku tetap saja penasaran, ingin duduk di teras menikmati malam ini. Saat pintu kubuka, rasanya jantungku mau lepas. Betapa terkejutnya aku melihat sosok yang berdiri tepat di depanku. “Astagfirullah..!” sontak aku berteriak.

“ya ampun Ardi, kamu bikin kaget saja. .” langsung kupukul pundaknya. Bagaimana tidak, jantungku hampir copot dibuatnya.

“aku kira kamu hantu, lagian ngapain dateng ga pake ketuk pintu atau beri salam gitu seperti biasanya.. kamu mau bikin aku mati berdiri….!” Dia diam saja, tidak menjawab apa-apa.

“Ardi, kamu ngapaen berdiri saja.. ayoo masuk. Ini malam jumat tau.. ntar ada setan..” Ardi tetap saja diam, dia sama sekali tidak komentar apa-apa. Dia hanya diam menatapku. Aku merasa aneh, dia tidak seperti biasanya .

“kamu kenapa sih??.. kenapa melihat aku kayak gitu, apa ada yang salah???” Ardi tetap membisu, kutatap wajahnya yang nampak sangat pucat. Begitupula dengan bibirnya. Aku jadi kebingungan.

 

“Ardi… kamu kenapa?, mukamu pucat.. kamu sakit?, ayooo masuk ke dalam…!” kutarik tangannya, aku merasa sangat tekejut. Tangannya sangat dingin seperti es. Aku semakin cemas. Dia tidak mau bergerak, dia diam saja seperti patung meski aku telah menarik tangannya. Aku semakin takut saja, dia sama sekali tidak mengatakan apa-apa. Namun, tatapannya sama sekali tidak berpaling dariku. Dalam hati aku berbisik, apa yang terjadi dengan sahabatku ini, mengapa dia tidak seperti biasanya. Kutatap matanya yang sayu, dia seperti ingin mengatakan sesuatu padaku, tapi kenapa dia membisu. Perlahan kulepaskan tanganku dari sebelah tangannya, sementara tangan yang lain berada dibelakang punggunnya. Entah apa yang sedang dia pegang dari pertama dia muncul. Betapa terkejutnya aku, ketika dia mengeluarkan sekuntum mawar merah yang masih segar kepadaku. Ternyata mawar itu yang ia sembunyikan.

“ardi.. mawar ini buat aku?” aku menatap matanya. Dia tetap diam, tidak berkata apa-apa. Dia mengeluarkan kembali sesuatu dari kantung celananya. Kotak kecil berwarna merah muda berpita merah. Entah apa isinya, yang jelas dia memegang tanganku dan memberikan kotak itu padaku. Kenapa tiba-tiba jantungku ingin berhenti. Tubuhku rasanya tak ingin bergerak. Apa yang sebenarnya terjadi dengan Ardi, mengapa dia begitu aneh. Masih dalam kebingunganku, Ardi menarik tubuhku yang masih terpaku. Ardi memelukku, sangat erat. Aku hanya diam, mulutku seakan terkunci. Perasaanku terasa aneh, jantungku serasa kembali berdetak namun sungguh sangat kencang. Entah perasaan apa ini, namun yang aku tau kini aku ada dipelukan Ardi. Ini adalah pertama kalinya dia memelukku, selama aku mengenalnya. Aku merasa sangat tenang, seperti terbawa perasaan yang masih diselimuti kebingungan. Aku dapat mendengar detak jantung Ardi yang begitu kencang. Kepalaku tepat berada di dadanya. Ku coba mengangkat kepala dan menatap matanya. Dia memelukku makin erat. Astaga, apa yang aku lihat, air mata. Ardi menangis.. tapi, kenapa??.. seribu pertanyaan kembali memenuhi kepalaku.

“Ardi, kamu kenapa?”.. kucoba membuka suara, namun dia tetap membisu. Aku tidak pernah melihatnya sesedih itu. Ada apa dengan dia, sahabatku. Dengan perlahan Ardi melepaskan pelukannya. Tubuhku seakan beku, aku berdiri terpaku memegang bunga dan kotak yang ia berikan. Dan tiba-tiba mulutku seakan terkunci, aku tidak bisa mengeluarkan suara. Ya Allah, sebenarnya apa yang telah terjadi. Ardi berpaling dan berjalan perlahan menjauhiku. Aku ingin memanggilnya, tapi aku tidak bisa. Kemudian, dia kembali berpaling padaku. Jarak kami sudah sangat jauh. Ardi tersenyum sambil melambaikan tangan padaku. Hatiku berteriak, bertanya padanya namun mulutku tidak bisa terbuka. Entah dia mau kemana, senyumnya yang manis itu terus mengiringi langkahnya. Ardi pergi, menghilang dalam kegelapan. Aku ingin berteriak, tapi entah mengapa air mataku tumpah.tak pernah aku merasakan perasaan ini. Mengapa terasa sangat menyakitkan. Rasanya sesak, aku susah bernafas. Mataku tetap tertuju pada satu arah, sosok itu telah menghilang. “Ardi… Ardi… kamu mau kemana? Jangan pergi..!!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: