fatma19

best friends forever..

Maaf dari Syurga

MAAF DARI SURGA

Tiupan angin yang segar, suasana yang masih alami. Tersebutlah sebuah desa yang bernama Desa Sukajaya. Desa ini terletak di pinggiran salah satu Kota terbesar di Indonesia. Desa Sukajaya terkenal dengan hasil alamnya yaitu bunga. Desa ini merupakan salah satu desa penghasil bunga terbesar di Indonesia. Orang-orang yang tinggal disini bukan orang sembarangan. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang kota yang sengaja pindah karena tertarik akan keindahan alamnya. Mereka kebanyakan dari kalangan menengah keatas. Sekolah-sekolah di Desa Sukajaya juga terkenal dengan prestasi siswa-siswanya. Sehingga banyak orang kota yang sekolah disini, dan yang paling penting meskipun disebut desa tetapi keadaannya tidak berbeda jauh dengan di kota. Hamparan bunga-bunga menjadi daya tarik tersendiri bagi Desa Sukajaya.

Di tengah indahnya hamparan padang bunga di Desa Sukajaya, berdirilah bangunan yang tinggi dengan tembok dan atap yang kuat. Sebuah bangunan yang terbilang mewah, sebuah mobil berdiri di depannya. Jika melihat kedalam, tampak sopa-sopa berjejer rapi dengan meja di tengahnya. Hiasan-hiasan terpajang dengan rapi. Lukisan dan foto-foto terpajang indah di dinding. Terdapat banyak ruangan, baik dilantai atas maupun bawah, lantai yang bersih dan ruangan yang harum. Di samping rumah terdapat taman bunga dengan bermacam-macam bunga yang tumbuh bermekaran. Ada bunga mawar, melati, lily, dan banyak lagi yang lainnya. Di sudut lain, terdapat kebun buah-buahan segar. Disinilah tempat tinggal seorang gadis cantik yang ceria, ramah dan baik hatinya. Charry namanya. Dia tinggal bersama kakek dan neneknya, sejak umur lima tahun. Orang tua Charry harus tinggal di Kota Jakarta untuk mengurus perusahaannya.

Sejak kecil Charry dibesarkan oleh kakek dan neneknya dengan penuh kasih sayang. Dia tidak pernah merasa kesepian, walaupun dia jauh dari orang tua. Sekarang Charry tumbuh menjadi gadis remaja yang bersekolah disalah satu SMA di Desa Sukajaya. Dia terkenal dengan pribadi yang rendah hati dan dermawan, meskipun dia dari kalangan orang kaya. Maklumlah dari kecil dia selalu dididik menjadi anak yang baik dan tidak pernah membedakan antara yang kaya dan miskin. Inilah yang menyebabkan Charry sangat disenangi oleh teman-temannya dan keluarganya sangat dihormati di Desa Sukajaya.

Mentari telah mengepakkan sayapnya, pertanda pagi telah menjelang. Detak jam terdengar keras ditelinga Charry. Satu..dua..tiga…empat..lima..enam..pukul 06.00 pagi, Charry menyikap selimut dan langsung bergegas ke kamar mandi. Dia sadar dirinya bangun kesiangan gara-gara tidur terlalu malam. Biasanya ia bangun jam 05.00 pagi. Selesai mandi, ia langsung mengenakan seragam dan merapikan buku-buku pelajaran yang tidak sempat dia rapikan. Dengan tergopoh-gopoh Charry keluar dari kamar dan turun ke lantai bawah. Kerasnya suara kaki Charry membuat dua orang tua yang sedang duduk di kursi meja makan geleng-geleng kepala. Sepertinya mereka sudah menunggu lama untuk sarapan pagi.

“Charry..” suara perempuan itu lirih.

“pagi Oma, pagi Opa, maaf sudah lama menunggu”. Sapa Charry dengan manja.

“kesiangan lagi ya?”. Kakek menimpali.

“maaf deh”. Charry merangkul neneknya dengan manja.

“ya sudah, sarapan dulu!.”

“ga sempet, Nek.. sudah terlambat. Kasihan Nina menunggu lama.” Charry bergegas sambil menyambar sepotong roti yang sudah disiapkan untuknya. Dia kemudian berpamitan.

“aku berangkat dulu ya,! Assalamualaikum”. Charry berlalu.

“dasar anak sekarang..” gerutu nenek sambil tersenyum melihat kelakuan cucunya itu.

Tidak berapa lama, tibalah Charry di depan sebuah bangunan yang sudah tua. Berdinding papan dan beratapkan seng yang sudah berkarat. Disinilah tempat tinggal Nina, sahabat baik Charry.

“Nin, ayo berangkat!” suara Charry terdengar sedikit keras.

“iya, sebentar.” Terdengar jawaban dari dalam rumah itu.

Tidak lama kemudian, keluarlah seorang gadis yang sebaya dengan Charry. Tubuhnya tegap, mata sedikit sayu dan muka yang sedikit cekung. Dialah Nina. Nina kemudian mendekati Charry..

“pagi, Char..kesiangan lagi ya?.” Nina menyapa sahabatnya itu.

“iya, biasa tidur kemalaman.” Ujar Charry manja.

Dua dara itu kemudian berangkat ke sekolah. Dari kecil Charry dan Nina sudah berteman baik. Setiap hari mereka selalu bersama. Persahabatan mereka sudah sangat dekat seperti tidak bisa dipisahkan lagi. Nina adalah seorang gadis yang sangat baik dan pintar. Setiap hari dia membantu ibunya bekerja. Ibunya adalah seorang penjual kue dipasar. Ayahnya telah lama meninggal. Sehingga, ibu Raharjo lah yang menjadi tulang punggung keluarga.meskipun demikian ibu Raharjo selalu berusaha untuk membahagiakan Nina anak semata wayangnya. Dia sangat bangga memiliki putri seperti Nina. Dia tidak perlu mengeluarkan biaya untuk menyekolahkan putrinya. Nina selalu mendapatkan juara di kelas dan sekolah sehingga dia mendapatkan beasiswa dan meringankan beban orang tuanya. Nina terkenal sebagai anak yang penyayang. Dia sangat disayang oleh teman-temannya di sekolah. Dia tidak pernah merasa sombong meskipun dia sangat pintar. Namun, ternyata tidak semua menyukainya termasuk dua orang temannya yaiti Siska dan Rebeca. Mereka sangat membenci Nina dan Charry.

Bel tanda istirahat telah berbunyi. Seluruh siswa SMA 1 Sukajaya langsung menyerbu kantin. Tanpa terkecuali kelas XI IPA 2, kelasnya Charry dan Nina. Seperti biasanya, Charry dan Nina pergi ke kantin untuk membeli makanan dan minuman kesukaannya. Semangkok bakso dan tidak lupa segelas orange juice. Setelah memesan mereka duduk menunggu, tidak lama kmudian hidangan telah siap tersaji. Tanpa pikir panjang mereka langsung menyantapnya. Tiba-tiba terdengar suara dari belakang mereka..

“eh, lihat tu anak miskin lagi makan.!”

Suara itu terdengar sangat keras.

“eh, tukang sihir jangan banyak omong lho.!” Charry langsung berdiri dan ingin mengusapkan sebuah tamparan ke muka siska, namun Nina menghalangi.

“sudah Char..!” kata Nina

“ih.. takut..” Siska dan Rebeca kemudian beranjak meninggalkan Charry dan Nina.

“mereka sudah keterlaluan, Nin..!! tukas Charry kesal.

“biarkan saja, nanti juga mereka bosan. Ayo kita masuk..!! Nina menarik tangan Charry. Nina memang sudah kebal dengan hinaan Siska dan Rebeca. Namun tidak dengan Charry, dia sangat kesal. Telinganya seperti terbakar mendengar perkataan Siska dan Rebeka pada sahabatnya.

Malam telah larut, Charry belum bisa memejamkan mata. Alunan nada-nada indah menemaninya. Criiiinngggg….criiingg… deringan alarm membangunkan Charry. Detak jam telah menunjukkan pukul 06.15 sementara pelajaran dimulai pukul 07.15. Charry merasa sudah sangat terlambat, dia langsung bergegas ke kamar mandi, shalat, dan langsung bersiap-siap untuk ke sekolah. Dia lupa kalau hari ini Nina ada piket, tapi beruntungnya dia sudah menyuruh Nina berangkat duluan. Charry langsung berangkat setelah berpamitan kepada kakek dan nenek, dia tidak sempat untuk sarapan. Sesampai disekolah dia langsung menaiki anak tangga untuk sampai dikelasnya. Charry tidak menyadari kalau tangga yang dia naiki sangat licin, kakinya terpeleset. Namun, beruntungnya ada orang yang menangkap tubuhnya dari belakang. Tanpa sengaja mata mereka bertemu.

“dia tampan..! gerutu Charry dalam hati.

“hati-hati ya..! aku masuk duluan..” suara cowok itu terdengar merdu ditelinga Charry.

Charry tidak bisa berkata apa-apa, dia merasa jatuh cinta pada pandangan pertama. Tiba-tiba dia terperanjak karena ada yang menepuk pundaknya dari belakang.

“kamu kenapa..? Tanya Nina

“tadi aku mau jatuh, trus ada yang nolongin. Tapi kayaknya dia bukan anak sini, dia kren banget, Nin..!”

“mungkin dia murid baru itu..” tegas Nina.

“murid baru..?? Charry kaget..

TO BE CONTINUE…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: